Suatu ketika hal yang paling dia takuti datang menghampirinya. Nilai Ujiannya jatuh dan dia sangat terpukul akan hal itu. hal itu seketika menggoncang imannya. Bayangkan saja seolah-olah anda sudah menabung uang dibank sejak anda bekerja sampai anda pensiun, hanya untuk membeli rumah bagi orang-orang yang anda kasihi, tiba-tiba uang tersebut amblas karena bank tersebut dilikuidasi. uang yang banyak itu sekarang hanya menjadi uang untuk biaya hidup selama seminggu. Anda merasa jengkel, stress, dan kehilangan pengharapan.
Mungkin hal yang sama dialamin oleh mahasiswa tsb. mengapa tidak, seorang yang sedang menikmati pertumbuhan kerohanian, yang sehari-hari terus merenungkan firman Tuhan berharap akan s'makin mengenal Tuhan, tiba-tiba saja masalah itu menghancurkan semangatnya. kehilangan pengharapan, itu lah yang dialamin anak tersebut.
lalu anak itu pun mulai berdoa, dan mencari ayat-ayat alkitab yang biasa menguatkan dia. namun hasilnya nihill... Dia s'makin terbeban akan nilai ujiannya yang jelek. Pribadi yang dulunya begitu mengebu-gebu dalam mencari dan melayani Tuhan, tiba-tiba saja menjadi pribadi yang sangat memprihatinkan. Dia pun mulai bertanya-tanya apakah Tuhan sadar akan apa yang dia alami saat ini. Apakah Tuhan tahu anakNya yang sehari-hari penuh suka cita dalam menjalani kehidupan tiba-tiba menjadi seorang anak yang kehilangan pengharapan.
Bersyukur kepada Tuhan, anak tersebut sangat beruntung. dia mengenal Allah yang penuh dengan cinta kasih, Allah yang meskipun anakNya putus asa terhadap diriNya, namun Allah yang penuh dengan cinta kasih tidak pernah putus asa terhadap anakNya. Dia mengenal setiap hati anakNya dan Dia sangat menyanyangi mereka. Lalu Allah pun menyentuh hati anak tersebut. Allah memberikan dia penghiburan dan memberikan dia pengharapan baru di dalam kehidupannya.
Hari-hari pun berlalu dan dia pun mulai melupakan persoalan yang membawa kehidupannya jauh dari pada Tuhan. dia pun mulai melakukan disiplin rohani dan berusaha untuk tidak mengingat hal tersebut. dia mulai mencari Tuhan, dan semangatnya melayani Tuhan mulai kembali. meskipun hal-hal yang dianggap pahit olehnya kadang-kadang terlintas di pikirannya, namun dia selalu suka cita, karena Allah yang penuh kasih memberikan harapan dan kelegaan kepadanya. Imannya telah dipulihkan, dan dia pun mulai merasakan kembali bagaimana indahnya kehidupan yang bersandar kepada Tuhan.
(Amsal 24:6 "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun Ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana")
anak tersebut melihat sendiri bagaimana karya Tuhan didalam kehidupanya ketika nilai ujian akhirnya mendapat nilai yang cukup bagus. dia tersenyum didalam hatinya sambil berkata dalam hatinya "Tuhan sungguh... Engkau luar biasa, terima kasih karena Engkau mau campur tangan dalam kehidupanku" . mulai saat itu juga, anak tersebut mendapatkan pelajaran yang sangat penting dalam hidupnya yakni belajar untuk taat dan tetap bersandar kepada Tuhan.setiap pergumulan dan persoalan yang datang menghampirinya saat ini, dijadikan kesempatan baginya untuk menunjukan ketaatanya kepada Tuhan.
Bapa ku yang ada di dalam surga. . .
hamba mengerti ya Bapa,
Engkau sangat mengasihi anak
yang meskipun dalam menghadapi kondisi yang sulit tetap setia kepada Engkau
Engkau sangat mengasihi anak yang tidak pernah putus asa terhadap Engkau
maka dari itu hamba ingin belajar untuk menjadi anak tersebut
terima kasih ya Tuhan
Engkau lah penulis hidup ku...
Allah yang baik, Allah yang penuh dengan cinta kasih...
0 comments:
Post a Comment